Sabtu, 17 Januari 2015

Tuhan Menyembuhkan:

Belajar dari Kisah Penyembuhan di Kolam Betesda (Yoh 5:1-9)

Ada beberapa hal yang berkesan bagi saya, dari nats Alkitab ini.  Pertama, perihal pemilihan orang ini.  Mengapa Tuhan hanya memilih dia untuk disembuhkan? Bukankah di serambi Betesda itu berbaring sejumlah besar orang sakit (ay.3)?  Kedua, kepada pria yang menderita lumpuh 38 tahun, mengapa Yesus masih bertanya, "Maukah engkau sembuh" (ay.6)?  Ketiga, mengapa Yesus menyembuhkan pada hari Sabat, yang dengan itu menabrak aturan orang Yahudi (ay.9)? Perenungan atas tiga pertanyaan tersebut, membawa saya pada pemaknaan sebagai berikut:

Hal yang perlu kita pahami bahwa Alkitab bukanlah buku biografi yang berisi catatan tentang pekerjaan Yesus secara lengkap; Alkitab adalah firman Allah.  Dengan demikian, kita diajak untuk tidak terpaku pada peristiwa penyembuhan itu sendiri, tetapi mencari pesan Allah melalui cerita penyembuhan itu. 

Walaupun pemilihan pria tersebut bisa dikatakan sebagai hak prerogatif atau kedaulatan Allah, namun menurut saya, pria tersebut lebih merupakan simbol atau wakil dari banyak orang yang terkapar, tak berdaya, dan tak dipedulikan.  Melalui pria lumpuh itu, Yesus mau menyampaikan pesan kepada kita semua.  Pesan apakah itu?

Ada dua pesan yang sangat kuat dari kisah ini. Pesan yang pertama, agar kita peka dan peduli akan kebutuhan sesama. Pria itu bukan hanya menderita kelumpuhan fisik selama 38 tahun.  Jawabannya terhadap pertanyaan Yesus menunjukkan bahwa hatinya kecewa dan berduka oleh ketidakpedulian dan egoisme orang-orang di sekitarnya. Manakala air kolam bergolak tanda adanya kesembuhan, semua orang di situ hanya sibuk dengan dirinya sendiri, berlomba-lomba untuk ke kolam itu. Yesus mengajak kita untuk peduli pada sesama kita.  Kepedulian kita bisa mengubah hidup orang lain menjadi lebih baik.

Pesan yang kedua, agar kita berharap hanya kepada Tuhan, bukan kepada "Kolam Betesda" yang sangat terbatas. Yesus lebih berkuasa daripada malaikat.  Malaikat dalam kolam itu, yang hanya bisa datang sewaktu-waktu, namun Yesus selalu hadir dalam hati kita, karena Dia adalah Allah Imanuel.  Malaikat itu hanya menyembuhkan yang terdahulu masuk kolam, tetapi Yesus memberikan kelegaan bagi setiap orang yang letih lesu dan berbeban berat, yang mau datang kepada-Nya.  Bahkan, dalam kisah ini Yesus menunjukkan superioritasnya atas hukum taurat, bahwa Dia adalah Tuhan atas hari sabat.  Biarlah kita berharap hanya kepada Dia, dan membawa orang lain juga untuk berharap kepada-Nya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.